Demam tifoid adalah penyakit infeksi sistemik yang disertai dengan tingginya frekuensi angka kejadian penderitanya yang sangat berkaitan dengan faktor sanitasi dan faktor lingkungan juga. Demam tifoid juga dipengaruhi oleh perilaku individu untuk menjaga kesehatan personalnya, termasuk seperti kemampuan untuk mempertahankan sistem imun tubuh. Penelitian ini diharapkan bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai pada pasien yang mengalami demam tifoid berdasarkan hasil pemeriksaan imunologi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan metode yang dilakukan untuk mengetahui gambaran yaitu uji cross tabulation Populasi sampel diambil dari seluruh pasien rawat inap yang positif menderita demam tifoid di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, dari keseluruhan sampel yang ada. Berdasarkan usia, menunjukkan bahwa pasien demam tifoid yang paling tinggi terjadi pada jenis kelamin laki-laki, yaitu sebanyak 7 orang (28%), dari kategori usia pada rentang usia remaja (12-20 tahun) sebanyak 6 orang (12 %), pada jenjang perguruan tinggi yaitu sebanyak 5 orang (10%), dan pada lama rawat <7 hari yaitu sebanyak 7 orang (13%). Kesimpulan yang diharapkan agar masyarakat dapat mengetahui gambaran mengenai status imunitas demam tifoid serta dapat menerapkannya demi tercapainya kesehatan global.
Copyrights © 2026