Pasien hemodialisis (HD) sering mengalami masalah nutrisi dan penurunan kualitas hidup terkait kesehatan (health-related quality of life / HRQoL) akibat pembatasan diet yang kompleks serta beban pengobatan jangka panjang. Edukasi diet dianggap sebagai strategi penting untuk meningkatkan status nutrisi dan kesejahteraan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh program edukasi diet terhadap Indeks Massa Tubuh (IMT) dan HRQoL pada pasien HD. Pilot studi ini menggunakan desain one-group pre-test and post-test yang melibatkan 20 pasien hemodialisis yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling di Rumah Sakit Lavalette, Malang, Indonesia. Edukasi kesehatan mengenai diet diberikan selama satu bulan dengan frekuensi dua sesi per minggu menggunakan media leaflet dan video. IMT diukur menggunakan data tinggi dan berat badan pasien, sedangkan HRQoL dinilai menggunakan kuesioner Kidney Disease Quality of Life (KDQoL) Versi 1.2. Data dianalisis menggunakan uji statistik berpasangan dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata skor IMT meningkat secara signifikan dari 23,43 ± 4,75 sebelum intervensi menjadi 24,63 ± 3,69 setelah intervensi (p = 0,016). Rerata skor HRQoL meningkat secara signifikan dari 74,53 ± 7,55 menjadi 78,32 ± 5,54 setelah intervensi (p = 0,039). Program edukasi diet secara signifikan meningkatkan IMT dan HRQoL pada pasien hemodialisis. Edukasi diet yang terstruktur dapat mendukung pengelolaan nutrisi yang lebih baik serta meningkatkan kualitas hidup pasien.
Copyrights © 2026