Depresi merupakan suatu kondisi gangguan mental dimana terjadi perubahan suasana hati yang ekstrem dan dapat memengaruhi hubungan sosial serta produktivitas seseorang. Salah satu terapi depresi adalah menggunakan antidepresan. Keberhasilan terapi sangat dipengaruhi oleh rasionalitas penggunaan obat yang meliputi ketepatan indikasi, ketepatan pasien, ketepatan pemilihan obat, ketepatan dosis, dan ketepatan interval pemberian. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengevaluasi kerasionalan obat antidepresan pada pasien dengan gangguan depresi di Instalasi Rawat Jalan Soerojo Hospital Magelang. Pelaksanaan penelitian menggunakan rancangan cross-sectional dengan data sekunder, yaitu catatan rekam medis di Instalasi Rawat Jalan Soerojo Hospital Magelang selama periode Januari–Juni 2025. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 2.234 pasien. Sampel diambil secara purposive sampling dengan kriteria inklusi berikut: pasien berusia 18–59 tahun dengan diagnosis utama depresi baik dengan penyakit penyerta maupun tidak. Berdasarkan kriteria tersebut, diperoleh sampel sebanyak 120 pasien. Pengumpulan data menggunakan lembar pengumpulan data dan lembar rekapitulasi data. Analisis data secara deskriptif dan hasil penelitian disajikan dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola terapi yang digunakan meliputi terapi tunggal sebanyak 25 pasien dan terapi kombinasi sebanyak 95 pasien. Terapi tunggal terbanyak menggunakan sertralin (44%), sedangkan terapi kombinasi Selective Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI) dengan antipsikotik menjadi pilihan terbanyak (32,63%). Evaluasi kerasionalan penggunaan antidepresan menunjukkan ketepatan indikasi sebesar 100%, ketepatan pasien sebesar 100%, ketepatan pemilihan obat sebesar 100%, ketepatan dosis sebesar 100%, dan ketepatan interval pemberian sebesar 100%. Dengan demikian, kerasionalan obat antidepresan pada pasien gangguan depresi di Instalasi Rawat Jalan Soerojo Hospital Magelang telah memenuhi parameter penggunaan obat yang rasional.
Copyrights © 2026