Skabies merupakan infestasi parasit pada kulit yang disebabkan oleh Sarcoptes scabiei var. hominis, yang umumnya menyerang anak-anak, terutama pada kondisi lingkungan padat penduduk dan status gizi yang kurang baik. Indonesia masih menghadapi prevalensi malnutrisi yang tinggi pada anak usia sekolah, yang secara teoritis dapat memengaruhi kerentanan terhadap penyakit infeksi, termasuk skabies. Namun, bukti ilmiah mengenai hubungan antara status gizi dan kejadian skabies masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dan infestasi skabies pada pasien anak di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD dr. La Palaloi Maros, Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional yang dilakukan di rumah sakit regional di Maros, Indonesia, dengan subjek penelitian berupa pasien anak rawat jalan berusia 5–18 tahun pada periode 2020–2022. Data diperoleh dari rekam medis yang meliputi karakteristik demografis (usia dan jenis kelamin), pengukuran antropometri, serta diagnosis klinis. Status gizi ditentukan berdasarkan indeks antropometri, sedangkan diagnosis skabies ditegakkan secara klinis. Analisis hubungan antar variabel dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 25 untuk Windows. Sebanyak 89 subjek penelitian diikutsertakan, dengan 51 subjek (57,3%) terdiagnosis skabies dan 58 subjek (65,2%) termasuk dalam kategori gizi lebih. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dan kejadian skabies (p = 0,715). Sebagai kesimpulan, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dan infestasi skabies pada pasien anak. Penelitian lebih lanjut dengan jumlah sampel yang lebih besar dan variabel yang lebih komprehensif diperlukan untuk mengevaluasi faktor-faktor lain yang mungkin berperan.
Copyrights © 2026