Kecacingan masih menjadi masalah kesehatan pada anak usia sekolah dasar, terutama di daerah dengan sanitasi yang kurang memadai. Infeksi cacing dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan, penurunan status gizi, anemia, dan gangguan perkembangan kognitif. Salah satu metode yang digunakan untuk diagnosis kecacingan adalah metode sedimentasi, yang mampu mengkonsentrasikan telur cacing sehingga memudahkan identifikasi. Artikel ini bertujuan mengkaji peran metode sedimentasi dalam deteksi kecacingan pada anak usia sekolah dasar. rtikel ini disusun menggunakan metode literature review dengan menelaah berbagai sumber pustaka yang membahas kecacingan pada anak dan penggunaan metode sedimentasi dalam pemeriksaan feses. Literatur diperoleh dari jurnal ilmiah nasional dan internasional, buku teks parasitologi, serta publikasi terkait. Data dianalisis secara deskriptif melalui sintesis dan perbandingan hasil penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa kecacingan pada anak usia sekolah dasar dipengaruhi oleh faktor kebersihan diri, kebiasaan tidak menggunakan alas kaki, sanitasi lingkungan yang buruk, dan keterbatasan akses air bersih. Metode sedimentasi meningkatkan peluang ditemukannya telur cacing karena mampu memisahkan telur dari kotoran dan partikel pengganggu lainnya. Metode ini efektif digunakan untuk mendeteksi berbagai jenis cacing usus, baik Soil Transmitted Helminths maupun non-Soil Transmitted Helminths. Metode sedimentasi merupakan metode pemeriksaan feses yang bermanfaat untuk mendeteksi kecacingan pada anak usia sekolah dasar dan dapat mendukung upaya diagnosis serta pengendalian kecacingan di daerah berisiko tinggi.
Copyrights © 2026