Dimulainya format video pendek (short-form video/SFV) di platform seperti TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts telah mengubah cara orang berkomunikasi tentang kesehatan, terutama tentang bagaimana orang membuat dan mengonsumsi informasi kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari karakteristik konten dan pola framing pesan kesehatan pada ketiga platform tersebut, serta menentukan bagaimana hal ini berdampak pada strategi promosi kesehatan. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif cross-sectional, menggunakan metode analisis konten sistematis dan analisis model frame. Untuk meminimalkan bias algoritmik, sampel terdiri dari 450 video kesehatan, 150 per platform yang dipilih melalui purposive sampling berbasis tagar dan sistematis menggunakan akun bersih. Untuk mengevaluasi reliabilitas antar-koder, Cohen's Kappa (κ ≥ 0,75) digunakan. Di sisi lain, analisis inferensial dilakukan dengan uji chi-square dan Kruskal-Wallis (α = 0,05). Hasil menunjukkan bahwa masalah kesehatan mental adalah yang paling populer (n=94; 20,9%), diikuti oleh makanan/penurunan berat badan (n=84; 18,7%) dan penyakit tidak menular (n=74; 16,4%). Jenis kreator berbeda signifikan antar platform (χ2=84,49; p<0,001). Rekomendasi solusi adalah frame paling dominan (n=423; 94,0%), sementara moral judgment berbeda signifikan antar platform (χ2=16,67; p=0,011), dengan TikTok memiliki nilai tertinggi (76,0%). TikTok, cerita emosional, Instagram Reels, dan YouTube Shorts masing-masing mewakili tiga kategori framing. Temuan menekankan bahwa strategi promosi kesehatan harus sesuai dengan masing-masing platform.
Copyrights © 2026