Jurnal Kesehatan Tambusai
Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026

PEMETAAN SEBARAN KASUS INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

Tiara Nursiyam (Program Studi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Cirebon,Politeknik Kesehatan Kemenkes Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia)
Bambang Karmanto (Program Studi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Cirebon,Politeknik Kesehatan Kemenkes Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia)
Lina Khasanah (Program Studi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Cirebon,Politeknik Kesehatan Kemenkes Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia)
Maula Ismail Mohammad (Program Studi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Cirebon,Politeknik Kesehatan Kemenkes Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia)



Article Info

Publish Date
27 Jun 2026

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi penyebab utama kesakitan dan kematian pada balita di negara berkembang, termasuk Indonesia. Di wilayah kerja Puskesmas Kesunean, ISPA tercatat sebagai kasus penyakit terbanyak pada tahun 2025. Namun, data yang tersedia masih berupa angka sehingga belum mampu menggambarkan pola persebaran kasus secara spasial. Penelitian ini bertujuan memetakan sebaran kasus ISPA pada balita menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk mengidentifikasi wilayah berisiko dan mendukung pengambilan keputusan dalam upaya pencegahan serta pengendalian penyakit. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data yang digunakan berupa data sekunder kasus ISPA balita tahun 2025 di wilayah kerja Puskesmas Kesunean. Analisis dilakukan menggunakan Quantum GIS melalui proses pengolahan data spasial, penggabungan data atribut dan peta wilayah, visualisasi peta tematik, serta analisis autokorelasi spasial menggunakan Indeks Moran (Moran’s I). Hasil pemetaan menunjukkan bahwa sebaran kasus ISPA pada balita tidak merata antarwilayah. Status imunisasi, status gizi, dan perilaku hidup sehat juga menunjukkan variasi antarwilayah. Analisis Moran’s I menghasilkan nilai 0,1902 dengan pseudo p-value 0,0790 yang menunjukkan kecenderungan autokorelasi spasial positif yang lemah dan tidak signifikan secara statistik. Analisis bivariat juga menunjukkan tidak terdapat hubungan spasial yang signifikan antara kejadian ISPA dengan status imunisasi, status gizi, maupun perilaku hidup sehat. Sebaran kasus ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kesunean menunjukkan variasi antarwilayah, namun pola persebarannya cenderung acak dan belum membentuk klaster spasial yang signifikan. Pemanfaatan SIG dapat membantu mengidentifikasi wilayah prioritas dalam upaya pencegahan dan pengendalian ISPA pada balita.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jkt

Publisher

Subject

Dentistry Health Professions Medicine & Pharmacology Nursing Public Health

Description

JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal ...