Pada Tahun 2020, angka kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil di Indonesia tercatat sebesar 17,3% dan masih berada pada kategori tinggi. Untuk mengatasinya, pemerintah menetapkan target penurunan sebesar 1,5% setiap tahunnya. Tingginya kasus KEK ini disebabkan oleh berbagai faktor risiko, baik secara langsung maupun tidak langsung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara usia dan paritas ibu dengan risiko KEK di wilayah kerja Puskesmas Karanggede. Menggunakan pendekatan kuantitatif berdesain case-control dengan pengumpulan data retrospektif, penelitian ini mengambil populasi seluruh ibu hamil periode Januari–Desember 2025 yang berjumlah 492 orang. Sampel yang digunakan terdiri dari 97 ibu hamil KEK dan 97 ibu hamil non-KEK pada tahun 2025. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan uji chi-square. Berdasarkan hasil penelitian di Puskesmas Karanggede, dari total 194 responden ibu hamil, terdapat 60 orang (30,9%) yang mengalami anemia dan 134 orang (69,1%) tidak anemia. Dari segi status gizi, jumlah ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronik (KEK) seimbang dengan yang tidak mengalami KEK, masing-masing sebanyak 97 orang (50%). Lebih lanjut, analisis statistik menunjukkan adanya korelasi yang signifikan antara kondisi anemia dan kejadian KEK pada ibu hamil di wilayah tersebut (nilai p = 0,003).
Copyrights © 2026