Tidur merupakan kebutuhan biologis yang penting dalam menjaga fungsi tubuh, terutama fungsi otak yang berhubungan dengan konsentrasi belajar. Pada masa remaja, perubahan pola tidur sering menyebabkan siswa mengalami kurang tidur sehingga berdampak pada menurunnya perhatian dan fokus saat pembelajaran berlangsung. Rendahnya konsentrasi belajar dapat mempengaruhi kemampuan siswa dalam memahami materi dan menurunkan prestasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan durasi tidur dengan konsentrasi belajar siswa smp karya lestari.Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini berjumlah 73 siswa dan seluruh populasi dijadikan sampel menggunakan teknik total sampling. Variabel independen dalam penelitian ini yaitu durasi tidur, sedangkan variabel dependen yaitu konsentrasi belajar. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner durasi tidur dan kuesioner konsentrasi belajar. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji fishers exact test. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar responden memiliki durasi tidur kategori cukup sebanyak 39 responden (53,4%) dan konsentrasi belajar kategori cukup sebanyak 35 responden (47,9%). Hasil uji fishers exact test diperoleh nilai p = 0,000 (<0,05) yang menunjukan adanya hubungan signifikan antara durasi tidur dengan konsentrasi belajar siswa. Dapat disimpulkan bahwa siswa dengan durasi tidur yang cukup cenderung memiliki konsentrasi belajar yang lebih baik dibandingkan siswa dengan durasi tidur kurang.
Copyrights © 2026