Ibu post sectio caesarea sering mengalami masalah menyusui tidak efektif akibat nyeri pasca operasi, keterbatasan mobilisasi, pembengkakan payudara, dan keterlambatan pengeluaran ASI. Kondisi tersebut dapat menyebabkan bendungan ASI yang berdampak pada ketidaknyamanan ibu dan gangguan proses menyusui. Salah satu upaya non-farmakologis yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi ASI adalah kombinasi pijat laktasi dan kompres air hangat. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengetahui efektivitas pijat laktasi dan kompres air hangat pada menyususi tidak efektif pasien post partum sectio caesarea sebagai manajemen peningkatan produksi ASI. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif pendekatan studi kasus dengan proses keperawatan mulai dari tahap pengkajian, penegakan diagnosis keperawatan, penyusunan intervensi tindakan, pelaksanaan intervensi, hingga evaluai hasil tindakan. Pada satu pasien post sectio caesarea dengan masalah menyusui tidak efektif. Intervensi berupa kombinasi pijat laktasi dan kompres air hangat diberikan selama tiga hari berturut-turut sebanyak tiga kali per hari (15-20 menit). Evaluasi dilakukan dengan mengukur volume ASI sebelum dan sesudah intervensi. Sebelum intervensi, produksi ASI yang diperoleh ≤3 ml. Setelah diberikan kombinasi pijat laktasi dan kompres air hangat terjadi peningkatan produksi ASI secara bertahap, yaitu 5–10 ml pada hari pertama, 15–30 ml pada hari kedua, dan 30–60 ml pada hari ketiga. Selain itu, nyeri, pembengkakan, dan ketegangan payudara berkurang serta kenyamanan pasien meningkat. Kombinasi pijat laktasi dan kompres air hangat efektif meningkatkan produksi ASI, mengurangi pembengkakan dan nyeri payudara, serta mendukung keberhasilan menyusui pada ibu post sectio caesarea dengan masalah menyusui tidak efektif.
Copyrights © 2026