Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi perhatian serius di Indonesia karena berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta kualitas sumber daya manusia di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan menggambarkan karakteristik beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita di Desa Losari wilayah kerja Puskesmas Rembang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif dan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh balita stunting sebanyak 118 anak, dengan sampel 91 responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling berdasarkan rumus Slovin. Kriteria inklusi meliputi balita usia 24-60 bulan yang terdiagnosis stunting (< -2 SD). Variabel yang diteliti meliputi riwayat BBLR, status imunisasi dasar, pemberian ASI eksklusif, pemberian MP-ASI, dan status pekerjaan ibu. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar balita tidak memiliki riwayat BBLR (72,5%), memiliki imunisasi lengkap (89%), mendapatkan ASI eksklusif (52,7%), memperoleh MP-ASI sesuai (81,3%), serta ibu bekerja (68,1%). Penelitian ini menggambarkan distribusi beberapa faktor pada balita stunting di Desa Losari, meliputi riwayat berat badan lahir (BBLR), status imunisasi dasar, pemberian ASI eksklusif, praktik pemberian MP-ASI, serta status pekerjaan ibu. Hasil penelitian menunjukkan gambaran karakteristik masing-masing faktor pada balita stunting tanpa menilai hubungan antar variabel.
Copyrights © 2026