Banjir merupakan bencana alam yang paling sering terjadi di Jawa Barat serta mengancam keselamatan masyarakat dan merusak infrastruktur daerah. Berdasarkan data BPBD tahun 2024–2025, tercatat 340 kejadian banjir yang tersebar di 12 kabupaten/kota dengan tingkat kerusakan yang berbeda-beda. Kondisi tersebut menuntut pemerintah daerah untuk menetapkan prioritas penanganan secara cepat, tepat, dan berbasis data. Penelitian ini menerapkan metode Simple Multi-Attribute Rating Technique (SMART) untuk menentukan wilayah prioritas penanganan banjir. Metode SMART yang dikembangkan oleh Edwards pada tahun 1977 merupakan metode pengambilan keputusan multikriteria yang banyak digunakan karena sederhana, fleksibel, serta mampu menghasilkan rekomendasi yang konsisten, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan berdasarkan berbagai kriteria penilaian. Metode ini diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan dalam penanganan banjir secara lebih efektif.
Copyrights © 2026