Permasalahan lingkungan di Indonesia, seperti pencemaran sungai dan penumpukan sampah, mendorong munculnya gerakan sosial berbasis komunitas yang memanfaatkan media sosial sebagai instrumen kampanye dan edukasi. Pandawara Group merupakan komunitas yang berhasil menggabungkan aksi nyata pelestarian lingkungan dengan komunikasi digital melalui TikTok dan Instagram, sehingga membangun reputasi digital yang kuat. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi aspek Environmental dalam kerangka Environmental, Social, and Governance (ESG) terhadap pembentukan reputasi digital Pandawara Group. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi (content analysis) dan studi kepustakaan (library research) berbasis data sekunder, meliputi unggahan media sosial resmi Pandawara, pemberitaan media daring nasional, serta artikel ilmiah terkait komunikasi lingkungan, ESG, dan reputasi digital periode 2021–2026. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, kategorisasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan, dengan triangulasi sumber untuk meningkatkan kredibilitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi aspek Environmental diwujudkan melalui aksi pembersihan lingkungan yang konsisten, edukasi publik, keterlibatan masyarakat, dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Aktivitas ini, yang didokumentasikan secara konsisten melalui dokumentasi before-after, berkontribusi signifikan terhadap terbentuknya persepsi positif, kepercayaan publik, dan eksposur media. Penelitian ini menegaskan bahwa reputasi digital tidak hanya dibentuk oleh intensitas publikasi konten, tetapi oleh konsistensi antara tindakan nyata dan komunikasi digital, sehingga konsep Environmental ESG relevan diterapkan pada komunitas sosial, tidak hanya organisasi bisnis.
Copyrights © 2026