Identifikasi pasien merupakan sasaran keselamatan pasien yang wajib dilakukan menggunakan minimal dua identitas sebelum pemberian obat, tindakan keperawatan, pengambilan spesimen, dan prosedur lainnya. Pengetahuan perawat diperkirakan berkaitan dengan kepatuhan menjalankan prosedur tersebut, tetapi perilaku kepatuhan juga dipengaruhi oleh faktor organisasi dan lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan perawat tentang keselamatan pasien dengan kepatuhan identifikasi pasien di Ruang Rawat Inap RSUD Sindangbarang. Penelitian menggunakan desain korelasional cross-sectional dengan total sampling terhadap 28 perawat. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner benar-salah/pilihan ganda, sedangkan kepatuhan dinilai melalui observasi checklist 10 indikator berdasarkan SOP. Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 16 orang (57,1%), berusia 25-46 tahun dengan rata-rata 34,57 ± 6,137 tahun, dan memiliki lama kerja 2-9 tahun dengan rata-rata 5,68 ± 1,964 tahun. Pengetahuan baik ditemukan pada 15 responden (53,6%), cukup pada 7 responden (25,0%), dan kurang pada 6 responden (21,4%). Jumlah perawat patuh dan tidak patuh masing-masing 14 orang (50,0%). Tabulasi silang menunjukkan pola nonlinier: pada pengetahuan baik, 20,0% patuh; pengetahuan cukup, 71,4% patuh; dan pengetahuan kurang, 100% patuh. Perhitungan Pearson Chi-Square menghasilkan χ² = 12,686 dan p = 0,002. Karena empat dari enam sel memiliki expected count kurang dari lima, analisis exact lebih sesuai dan menghasilkan p sekitar 0,001. Terdapat asosiasi statistik antara kategori pengetahuan dan kepatuhan, tetapi arah hubungan tidak menunjukkan bahwa pengetahuan yang lebih tinggi selalu diikuti kepatuhan yang lebih baik.
Copyrights © 2026