Waktu tunggu transfer pasien dari Instalasi Gawat Darurat (IGD) ke ruang rawat inap merupakan indikator penting dalam menilai efisiensi alur pelayanan, kenyamanan, dan pengalaman pasien. Keterlambatan transfer dapat menimbulkan ketidakpastian, kecemasan, serta menurunkan kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan waktu tunggu transfer pasien ke ruang rawat inap dengan kepuasan pasien di IGD RSUD Jampangkulon. Penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 148 pasien dewasa yang menjalani proses transfer ke ruang rawat inap dipilih menggunakan accidental sampling. Waktu tunggu dicatat menggunakan lembar observasi dan dikategorikan sesuai standar apabila ≤6 jam serta tidak sesuai standar apabila >6 jam. Kepuasan diukur menggunakan kuesioner 10 item skala Likert. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Waktu tunggu sesuai standar dialami 92 responden (62,2%), sedangkan 56 responden (37,8%) menunggu lebih dari 6 jam. Kategori kepuasan terbanyak adalah puas sebanyak 69 responden (46,6%), diikuti cukup puas 49 responden (33,1%) dan tidak puas 30 responden (20,3%). Pada waktu tunggu sesuai standar, 64,1% pasien merasa puas; pada waktu tunggu tidak sesuai standar, 42,9% pasien merasa tidak puas. Terdapat hubungan signifikan antara waktu tunggu transfer dan kepuasan pasien (χ² = 39,699; p < 0,001; Cramer's V = 0,518). Waktu tunggu yang sesuai standar berkaitan dengan kepuasan yang lebih tinggi. Penguatan manajemen tempat tidur, koordinasi antarunit, dan komunikasi selama proses menunggu diperlukan untuk meningkatkan mutu pelayanan IGD.
Copyrights © 2026