Stroke dapat menyebabkan keterbatasan fisik, ketergantungan, dan ketidakpastian proses pemulihan yang memicu kecemasan. Dukungan keluarga diperkirakan membantu pasien merasa aman dan mampu beradaptasi selama perawatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pasien stroke di Ruang Puncak Darma RSUD Jampang Kulon. Penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 78 pasien stroke dilibatkan menggunakan total sampling. Dukungan keluarga diukur menggunakan kuesioner adaptasi berbasis Multidimensional Scale of Perceived Social Support yang terdiri atas 12 item, sedangkan kecemasan diukur menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale. Analisis bivariat menggunakan Fisher Exact Test. Responden didominasi laki-laki sebanyak 40 orang (51,3%), berpendidikan SMA sebanyak 40 orang (51,3%), dan berusia 50-68 tahun dengan rata-rata 59,96 ± 4,760 tahun. Dukungan keluarga rendah dan sedang masing-masing ditemukan pada 30 responden (38,5%), sedangkan dukungan tinggi pada 18 responden (23,1%). Kecemasan ringan dialami 48 responden (61,5%) dan kecemasan sedang 30 responden (38,5%). Seluruh responden dengan dukungan rendah mengalami kecemasan sedang, sedangkan seluruh responden dengan dukungan sedang dan tinggi mengalami kecemasan ringan. Fisher Exact Test menunjukkan p < 0,001. Terdapat hubungan signifikan antara dukungan keluarga dan tingkat kecemasan pasien stroke. Temuan perlu ditafsirkan secara hati-hati karena desain cross-sectional dan kriteria inklusi hanya mencakup kecemasan ringan sampai sedang.
Copyrights © 2026