Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronis yang membutuhkan perawatan diri secara konsisten, meliputi pengaturan diet, aktivitas fisik, penggunaan obat, pemantauan glukosa darah, dan perawatan kaki. Kondisi psikologis, termasuk kecemasan, diduga dapat memengaruhi kepatuhan pasien dalam menjalankan perawatan diri. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat kecemasan dengan kepatuhan perawatan diri pasien Diabetes Mellitus di Ruang Panenjoan RSUD Jampang Kulon. Penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 27 pasien dewasa dipilih menggunakan total sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale, sedangkan kepatuhan perawatan diri diukur menggunakan Summary of Diabetes Self-Care Activities. Data dianalisis secara univariat dan menggunakan uji Chi-Square. Sebagian besar responden mengalami kecemasan ringan sebanyak 18 orang (66,7%), sedangkan 9 orang (33,3%) mengalami kecemasan sedang. Kepatuhan perawatan diri paling banyak berada pada kategori cukup baik sebanyak 15 orang (55,6%), diikuti baik 8 orang (29,6%), dan kurang baik 4 orang (14,8%). Pada kelompok kecemasan ringan, mayoritas responden memiliki self-care cukup baik, sedangkan pada kecemasan sedang mayoritas memiliki self-care baik. Uji Chi-Square menghasilkan χ² = 4,388 dan p = 0,111. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dan kepatuhan perawatan diri. Kepatuhan self-care kemungkinan lebih dipengaruhi oleh faktor lain seperti pengetahuan, motivasi, dukungan keluarga, pengalaman sakit, dan akses pelayanan kesehatan.
Copyrights © 2026