Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) memegang peran strategis dalam membentuk karakter, moral, dan spiritualitas peserta didik, namun kualitas pelaksanaan tugas tersebut sangat dipengaruhi oleh tingkat kesejahteraan yang mereka terima. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana kesejahteraan guru PAI, yang meliputi aspek finansial, non-finansial, dan psikologis, berperan sebagai faktor pendukung dalam peningkatan mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah maupun madrasah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), yaitu menelaah dan menganalisis berbagai sumber ilmiah berupa artikel jurnal, hasil penelitian terdahulu, serta regulasi kebijakan pendidikan yang relevan dengan topik kesejahteraan guru dan mutu pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesejahteraan guru PAI, khususnya guru berstatus honorer, masih berada pada tingkat yang belum memadai dibandingkan beban kerja dan tanggung jawab yang diemban. Kondisi ini berdampak langsung pada rendahnya motivasi mengajar, terbatasnya pengembangan profesional, dan menurunnya kualitas interaksi pedagogis antara guru dan peserta didik. Sebaliknya, peningkatan kesejahteraan yang mencakup gaji layak, tunjangan profesi, jaminan sosial, penghargaan, serta dukungan lingkungan kerja yang kondusif terbukti berkontribusi terhadap peningkatan kinerja, kreativitas, dan komitmen guru dalam mengelola proses pembelajaran. Artikel ini merekomendasikan perlunya sinergi antara pemerintah, satuan pendidikan, dan masyarakat dalam merumuskan kebijakan kesejahteraan guru PAI yang berkeadilan sebagai bagian integral dari upaya peningkatan mutu pendidikan agama Islam secara nasional.
Copyrights © 2026