Penelitian ini menguji pengaruh loss aversion, sunk cost proneness, dan financial self-efficacy terhadap in-game spending escalation behavior pada pemain mobile game di Pulau Jawa. Pendekatan kuantitatif berbasis survei diterapkan pada 100 responden berusia 16–30 tahun yang aktif melakukan pengeluaran dalam game. Data dianalisis menggunakan Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui SmartPLS 4.0. Hasil menunjukkan bahwa (1) loss aversion tidak berpengaruh signifikan (p = 0,316); (2) sunk cost proneness berpengaruh positif dan signifikan (β = 0,282; p = 0,002); dan (3) financial self-efficacy berpengaruh positif dan signifikan dengan effect size terbesar (β = 0,489; p < 0,001). Temuan paradoks pada financial self-efficacy mengindikasikan bahwa keyakinan finansial yang tinggi justru berfungsi sebagai risk amplifier dalam konteks konsumsi digital hedonis. Penelitian ini berkontribusi pada literatur perilaku keuangan digital dan memberikan implikasi bagi regulasi monetisasi game.
Copyrights © 2026