Latar belakang: Bullying merupakan pengalaman yang traumatis bagi remaja, terutama ketika terjadi dalam jangka panjang. Hal ini dapat menyebabkan ketidakberdayaan, keputusasaan, kecemasan sosial dan depresi akibat kurangnya strategi penanggulangannya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kejadian bullying dengan phobia social pada remaja di SMAN 1 Banguntapan, Bantul. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Teknik Analisa yang digunakan adalah uji korelasi Kendall’s Tau. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI SMAN I Banguntapan sebanyak 252 dengan sampel sebanyak 155 siswa yang diambil menggunakan rumus slovin dan proportional sampling. Derajat kemaknaan yang digunakan adalah nilai p<0,05. Hasil: Mayoritas responden mengalami tingkat bullying rendah (51,6%) dan phobia social ringan (47,7%). Hasil uji statistic menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara bullying dan phobia social dengan nilai p sebesar 0,001 (p<0,05) dan nilai korelasi r = 0,274, yang menunjukan hubungan positif lemah antara keduanya. Kesimpulan : Terdapat  hubungan positif yang signifikan antara bullying dengan phobia social (nilai p = 0,001/ nilai p< 0,05), semakin tinggi tingkat bullying, semakin tinggi pula kecendrungan seseorang mengalami phobia social.
Copyrights © 2026