Balikpapan dikenal sebagai kota yang identik dengan industri minyak dan gas bumi. Pembangunan kilang, proyek energi baru, dan investasi yang terus meningkat membuat kota ini sering disebut sebagai Kota Minyak. Namun, di tengah perkembangan tersebut, sebagian masyarakat mulai merasa bahwa julukan itu tidak lagi sesuai dengan kenyataan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap julukan Kota Minyak di tengah pesatnya pertumbuhan industri migas di Balikpapan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara langsung kepada masyarakat dari berbagai profesi dan usia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat memiliki pandangan negatif. Mereka merasa bahwa walaupun industri migas berkembang pesat, manfaatnya belum dirasakan secara nyata oleh warga. Antrean panjang di SPBU, kelangkaan BBM, dan harga bahan bakar yang sering naik menjadi bukti bahwa kesejahteraan masyarakat belum sejalan dengan kemajuan industri. Oleh karena itu, pemerintah dan perusahaan migas diharapkan lebih memperhatikan kondisi sosial masyarakat agar julukan Kota Minyak kembali mencerminkan kemakmuran dan kebanggaan bagi warga Balikpapan.
Copyrights © 2026