Krisis energi global dan peningkatan emisi karbon telah mendorong penggunaan energi terbarukan sebagai solusi utama dalam menekan dampak perubahan iklim. Energi fotovoltaik atau panel surya menjadi salah satu alternatif energi bersih yang paling potensial dalam menggantikan bahan bakar fosil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran energi terbarukan fotovoltaik dalam mengurangi emisi karbon secara global serta mengkaji efisiensi dan manfaat implementasi teknologi ini. Penelitian ini dilakukan melalui studi pustaka dengan menggunakan data dari berbagai sumber, termasuk laporan analisis neraca energi nasional 2017–2022 serta studi kasus konservasi energi di sektor industri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangkit listrik tenaga surya memiliki potensi besar dalam mengurangi emisi CO₂ dengan rata-rata pengurangan lebih dari 1 kg CO₂ per kWh energi listrik yang dihasilkan. Selain itu, kajian terhadap potensi energi surya di Indonesia menunjukkan bahwa wilayah-wilayah dengan intensitas radiasi matahari tinggi, seperti Riau, memiliki potensi besar untuk pengembangan energi surya dengan kapasitas terpasang hingga 290,4 GWp. Teknologi fotovoltaik terbukti dapat menjadi solusi efektif dalam transisi energi menuju sumber daya yang lebih bersih dan berkelanjutan. Namun, tantangan utama dalam implementasinya mencakup efisiensi konversi energi, ketergantungan pada kondisi cuaca, serta biaya awal yang relatif tinggi. Oleh karena itu, diperlukan inovasi teknologi dan kebijakan energi yang mendukung agar pemanfaatan energi terbarukan dapat dioptimalkan untuk mengurangi dampak lingkungan secara global.
Copyrights © 2026