Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat terhadap harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan melihat keterkaitannya terhadap fluktuasi produksi minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia. Penelitian dilakukan di Kota Balikpapan dengan menggunakan pendekatan metode campuran (mixed method), yaitu pengumpulan data kuantitatif melalui penyebaran angket kepada 30 responden serta pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam untuk memperkuat hasil temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat memahami adanya hubungan antara penurunan produksi migas nasional dan kenaikan harga BBM, yang berimplikasi pada meningkatnya pengeluaran rumah tangga, biaya transportasi, serta harga kebutuhan pokok. Data produksi migas nasional periode 2010–2023 menunjukkan penurunan signifikan dari sekitar 950 ribu barel per hari menjadi 600 ribu barel per hari, sementara konsumsi energi domestik terus meningkat. Kondisi ini memperkuat persepsi masyarakat bahwa ketidakstabilan produksi migas menjadi salah satu penyebab utama fluktuasi harga BBM. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkaya literatur mengenai hubungan produksi migas dan harga BBM di Indonesia, serta memberikan masukan bagi pemerintah untuk merumuskan kebijakan energi yang lebih adaptif, berkelanjutan, dan tidak menimbulkan tekanan ekonomi berlebih bagi masyarakat.
Copyrights © 2026