Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat terhadap isu lingkungan yang muncul akibat aktivitas industri minyak dan gas bumi (migas) di wilayah Balikpapan. Industri migas memiliki kontribusi penting terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, namun aktivitas eksplorasi, pemboran, dan produksi yang berlangsung dekat dengan pemukiman berpotensi menimbulkan pencemaran udara, air, dan tanah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif melalui penyebaran kuesioner kepada 14 responden yang tinggal di sekitar area operasi migas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat mengenai dampak lingkungan tergolong tinggi, ditandai dengan pemahaman yang baik terhadap potensi pencemaran yang ditimbulkan industri migas. Namun demikian, masyarakat menilai bahwa tanggung jawab perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan masih belum optimal, terutama dalam pengelolaan limbah serta upaya mitigasi. Selain itu, pengawasan pemerintah dianggap kurang tegas sehingga belum memberikan efek pengendalian yang signifikan. Partisipasi masyarakat dalam pemantauan lingkungan juga dinilai masih terbatas karena minimnya pelibatan dari pihak terkait. Secara keseluruhan, temuan penelitian ini menegaskan perlunya peningkatan kolaborasi antara perusahaan migas, pemerintah, dan masyarakat untuk memperkuat pengawasan lingkungan dan mendukung keberlanjutan industri.
Copyrights © 2026