Proses pemotongan plat baja menggunakan cutting torch di CV. Fandika Berkah Berjaya masih memiliki berbagai permasalahan keselamatan kerja, terutama kebocoran gas, percikan logam cair, paparan cahaya intens, serta tekanan gas yang tidak stabil. Kondisi ini menunjukkan urgensi untuk melakukan identifikasi bahaya dan penilaian risiko secara sistematis, karena beberapa bahaya memiliki nilai risiko tinggi yang berpotensi menimbulkan kecelakaan serius. Penelitian ini menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA) untuk menguraikan langkah kerja, mengidentifikasi bahaya, dan menilai tingkat risiko berdasarkan skor likelihood dan severity. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa risiko masuk kategori tinggi, seperti kebocoran gas asetilen dengan nilai risiko 20, percikan api yang dapat menyambar material mudah terbakar dengan nilai risiko 15, percikan logam cair yang mengenai tubuh dengan nilai risiko 16, serta tekanan asetilen berlebih yang dapat memicu backfire dengan nilai risiko 15. Bahaya lainnya berada pada kategori sedang dengan nilai risiko berkisar 9–12, sedangkan beberapa risiko rendah bernilai 4–6. Berdasarkan temuan tersebut, disusun langkah pengendalian berupa pemeriksaan peralatan secara rutin, pengaturan tekanan gas sesuai standar, penataan area kerja, serta peningkatan penggunaan APD untuk menurunkan potensi kecelakaan..
Copyrights © 2026