Persediaan buah dan sayur merupakan komoditas perishable goods yang memiliki risiko tinggi mengalami kerusakan akibat fase senesens apabila tidak dikelola dengan sistem pengendalian persediaan yang tepat. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penerapan metode First In First Out (FIFO) dalam meminimalisir kerugian akibat fase senesens pada persediaan buah dan sayur di Swalayan Ibu Hayani. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain studi kasus serta analisis deskriptif, analisis komparatif sebelum dan sesudah penerapan FIFO, dan analisis persentase berdasarkan indikator jumlah barang masuk, jumlah produk terjual, jumlah produk yang mengalami kerusakan akibat fase senesens, serta persentase penyusutan persediaan (shrinkage). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode FIFO mampu menurunkan jumlah produk yang mengalami kerusakan dari 145 kg (13,55%) menjadi 90 kg (8,41%) atau turun sebesar 5,14 poin persentase, serta meningkatkan jumlah produk yang terjual dari 925 kg menjadi 980 kg. Penelitian ini memberikan kontribusi melalui penerapan metode FIFO yang dipadukan dengan klasifikasi masa simpan (shelf-life) komoditas untuk menentukan prioritas rotasi stok sehingga pengendalian persediaan menjadi lebih sesuai dengan karakteristik produk hortikultura yang mudah mengalami fase senesens dan mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan persediaan pada usaha ritel buah dan sayur.
Copyrights © 2026