Budidaya kedelai di lahan marjinal seringkali terhambat oleh kelangkaan air. Salah satu solusi potensial adalah aplikasi Bacillus subtilis, mikroba penghasil ACC deaminase, bersama dengan bahan organik seperti pupuk kandang, dikombinasikan dengan penjadwalan irigasi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh B. subtilis, bahan organik (pupuk kandang dan biochar), dan interval irigasi terhadap pertumbuhan varietas kedelai Anjasmoro. Percobaan dilakukan di rumah kaca yang terletak di Komplek Citra Wisata, Jl. Karya Wisata, Medan Johor, menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RCBD) dengan tiga faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah aplikasi mikroba (B. subtilis dan tanpa mikroba), faktor kedua adalah bahan organik (tanpa penambahan, pupuk kandang, dan biochar), dan faktor ketiga adalah interval irigasi (setiap 1, 3, dan 5 hari). Hasil penelitian menunjukkan bahwa B. subtilis meningkatkan pertumbuhan vegetatif, aktivitas enzim SOD dan POD, serta kandungan klorofil, tetapi menurunkan hasil biji dan polong. Pupuk kandang meningkatkan pertumbuhan dan hasil panen, sedangkan biochar meningkatkan aktivitas enzim dan panjang akar. Irigasi harian menghasilkan pertumbuhan dan hasil panen terbaik, sedangkan penyiraman setiap lima hari meningkatkan klorofil a dan aktivitas enzim antioksidan
Copyrights © 2026