UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, namun masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan modal, manajemen, dan teknologi. Bank Indonesia telah menjalankan program pembinaan UMKM untuk meningkatkan daya saing, tetapi proses pemilihan UMKM binaan masih dilakukan secara manual, lambat, dan subjektif. Ketiadaan sistem digital dan metode evaluasi terstandar mengurangi efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas. Diperlukan sistem pemilihan berbasis data menggunakan metode Fuzzy Multi Criteria Decision Making (FMCDM) untuk mengintegrasikan berbagai kriteria secara objektif, mengurangi bias, dan memastikan UMKM berpotensi tinggi terpilih. Penerapan sistem ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas program pembinaan, mendukung pertumbuhan UMKM yang berkelanjutan, serta memberi kontribusi positif terhadap perekonomian nasional
Copyrights © 2026