Kinerja karyawan menjadi determinan utama daya saing perusahaan manufaktur, namun faktor penentunya masih diperdebatkan dalam literatur. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh lingkungan kerja, budaya kerja, dan jenjang karier terhadap kinerja karyawan, baik secara langsung maupun melalui kompensasi dan benefit sebagai variabel mediasi, pada PT. Mitra Mulia Makmur Plant Sidoarjoperusahaan kemasan plastik dengan proporsi karyawan bermasa kerja panjang yang tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan 79 responden yang ditentukan melalui rumus Slovin (margin of error 5%) dan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan perangkat lunak SmartPLS, melalui evaluasi outer model, Inner Model, dan bootstrapping. Hasil penelitian menunjukkan budaya kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dan menjadi determinan langsung paling dominan; lingkungan kerja dan jenjang karier berpengaruh signifikan terhadap kompensasi dan benefit. Sebaliknya, lingkungan kerja, jenjang karier, serta kompensasi dan benefit tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap kinerja karyawan, dan kompensasi dan benefit tidak berperan sebagai mediator (no mediation). Temuan ini memberikan kontribusi berupa penegasan bahwa pada tenaga kerja bermasa kerja panjang, penguatan budaya kerja lebih efektif meningkatkan kinerja dibandingkan perbaikan lingkungan, jenjang karier, maupun sistem kompensasi semata.
Copyrights © 2026