Kebutuhan rumah tinggal yang layak di Indonesia meningkat akibat populasi penduduk yang terus bertumbuh, sehingga mendorong pembangunan rumah subsidi secara masif. Pembangunan rumah subsidi yang meningkat juga akan meningkatkan konsumsi energi listrik terutama pada penggunaan sistem penghawaan buatan, karena kenyamanan termal pada rumah yang kurang baik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh penerapan desain pasif terhadap nilai operative temperature rumah subsidi dan mencari strategi yang dapat meningkatkan kenyamanan termal rumah subsidi di iklim tropis. Penelitian ini menggunakan metode simulasi melalui aplikasi EnergyPlus dengan model rumah 36 m2 di Kota Jakarta. Hasil menunjukkan strategi desain pasif yang paling berpengaruh pada kenyamanan termal rumah subsidi di iklim tropis adalah yang berfokus pada pengendalian panas yang berasal dari atap seperti penggunaan cool roof dan insulasi. Penggunaan strategi yang memanfaatkan ventilasi alami seperti jendela nako dapat digunakan sebagai pelengkap namun tidak diutamakan.
Copyrights © 2026