Jurnal Ilmiah Farmasi Simplisia
Vol. 6 No. 1 (2026): Juni 2026

Studi Molecular Docking dan Prediksi Bioavailabilitas dan Toksisitas Senyawa Kimia dari Fibraurea tinctoria Lour sebagai Antidiabetes

Yasin Aey Fadilah (Universitas Pancasila)
Ratna Djamil (Universitas Pancasila, Daerah Khusus Jakarta)
Chaidir (Badan Riset dan Inovasi Nasional, Daerah Khusus Jakarta)
Siswandono (Fakultas Farmasi Universitas Airlangga)



Article Info

Publish Date
03 Jun 2026

Abstract

Fibraurea tinctoria Lour digunakan sebagai obat tradisional dalam penyembuhan berbagai penyakit, salah satunya adalah penyakit diabetes namun mekanisme kerja dari senyawa ekstrak yang dihasilkan masih belum jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa ekstrak  dan memprediksi senyawa yang berkhasiat sebagai antidiabetes dengan metode in-silico menggunakan perangkat lunak Molegro Virtual Docking. Docking dilakukan terhadap 16 senyawa uji dalam ekstrak etanol Fibraurea tinctoria Lour yaitu (3α,4β,5α)-4,5-Dihydro-4,5-dimethyl-3-(1-pyrrolyl)-furan-2(3H)-one, 1-Ethyl-4,8-dimethoxy-β-carboline, 5-Hydroxy-2-hydroxymethylpyridine,  6-Hydroxydendrobine,  6-Methoxyisodictamnine, Aristolactam A Ⅱ, Chelidonine, Coclaurine, Corycavine, d-Corynoline, Dehydrocorydaline, Demethylcoclaurine, Didehydrotubero-stemonine, Dihydrogentianine, d-Lirioferine (Lirioferine), Ephedradine B  serta senyawa pembanding Vildagliptin (PDB :6B1E). Dari 16 senyawa uji, Ephedradin B diprediksi memiliki aktivitas sebagai antidiabetes yang bekerja sebagai penghambat enzim DPP4 dengan nilai rerank score menjadi -96,8955 kcal/mol dengan aktivitas lebih baik dibandingkan obat Vildagliptin dengan nilai rerank score -87,6954 kcal/mol dan 15 senyawa lainnya. Ephedradin B diprediksi memiliki bioavailabilitas rendah karena memiliki bobot molekul senyawa tersebut lebih dari 500. Sedangkan hasil prediksi toksisitas berdasarkan AMES tidak bersifat mutagenik ataupun karsinogenik. Senyawa ini memiliki batas dosis terapeutik rekomendasi maksimum (MRTD) yang rendah pada manusia. Berdasarkan uji toksisitas akut oral pada tikus, bahan tersebut dikategorikan tidak toksik dengan nilai Lowest Observed Adverse Effect Level (LOAEL) pada uji kronis sebesar 1023,29 mg/kg BB/hari. Selain itu, senyawa ini bersifat hepatotoksik namun tidak memicu reaksi sensitisasi pada kulit.

Copyrights © 2026