Perkembangan Artificial Intelligence (AI) generatif telah meningkatkan penggunaan teknologi digital dalam kehidupan masyarakat, namun juga memunculkan risiko misinformasi akibat ketidakakuratan output AI. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengalaman masyarakat terhadap misinformasi AI dan tingkat kepercayaan pengguna terhadap output AI dengan perilaku verifikasi sebagai variabel moderasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap masyarakat umum pengguna AI generatif. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner skala Likert 1–5 yang terdiri dari variabel Pengalaman terhadap Misinformasi AI, Tingkat Kepercayaan, dan Perilaku Verifikasi. Analisis data dilakukan melalui uji validitas, reliabilitas, regresi linear, dan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman terhadap misinformasi AI berpengaruh signifikan terhadap tingkat kepercayaan pengguna. Semakin tinggi pengalaman pengguna terhadap kesalahan informasi AI, maka tingkat kepercayaan terhadap output AI cenderung menurun. Selain itu, perilaku verifikasi terbukti mampu memoderasi hubungan tersebut dengan mengurangi dampak negatif misinformasi terhadap kepercayaan pengguna. Penelitian ini menegaskan pentingnya literasi digital dan perilaku verifikasi dalam penggunaan AI generatif secara kritis dan bertanggung jawab.
Copyrights © 2026