Proses penentuan peserta latihan kader prioritas pada organisasi kemahasiswaan sering kali masih dilakukan secara manual dan subjektif, sehingga berpotensi menghasilkan keputusan yang kurang objektif dan tidak konsisten. Permasalahan tersebut terjadi karena pengambilan keputusan melibatkan banyak kriteria yang memiliki tingkat kepentingan berbeda. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pengambilan keputusan untuk menentukan peserta latihan kader prioritas menggunakan metode hybrid Step-wise Weight Assessment Ratio Analysis dan Weighted Aggregated Sum Product Assessment. Metode SWARA digunakan untuk menentukan bobot kriteria, sedangkan metode WASPAS digunakan untuk melakukan perangkingan alternatif peserta. Penelitian menggunakan lima kriteria yaitu keaktifan, loyalitas, kepemimpinan, pemahaman organisasi, dan disiplin, dengan lima alternatif peserta. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa kriteria keaktifan memiliki bobot tertinggi sebesar 0,267. Berdasarkan proses perangkingan menggunakan metode WASPAS, alternatif A3 memperoleh nilai tertinggi sebesar 0,980 sehingga direkomendasikan sebagai peserta prioritas utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model hybrid SWARA-WASPAS mampu menghasilkan keputusan yang lebih objektif, transparan, dan sistematis dalam proses seleksi peserta prioritas
Copyrights © 2026