Doktrin Total Defence Singapura telah bergeser dari fokus militer tradisional menuju pendekatan kemasyarakatan menyeluruh (whole-of-society). Penelitian kualitatif dengan desain studi kasus ini bertujuan untuk menganalisis peran rakyat sebagai faktor determinan utama dalam mempertahankan doktrin tersebut. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dari dokumen resmi pemerintah dan literatur terkait, kemudian dianalisis menggunakan metode analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan aktif masyarakat menghasilkan output ketahanan nasional yang riil dan terukur pada enam pilar pertahanan. Rakyat bertransformasi menjadi aktor keamanan aktif: melalui National Service di pilar militer sebagai first responder dalam pertahanan sipil; menjaga daya saing ekonomi melalui program SkillsFuture; serta merawat kohesi sosial-psikologis di tengah masyarakat multietnis. Pada pilar digital, data empiris menunjukkan peningkatan signifikan pada literasi siber publik dan adopsi cyber hygiene. Penelitian ini menyimpulkan bahwa eksistensi dan keberlanjutan strategi Total Defence sepenuhnya bersandar pada partisipasi, kesiapsiagaan, dan komitmen psikologis masyarakat sebagai fondasi utama stabilitas nasional Singapura. Kata Kunci: Total Defence, Determinasi Rakyat, Ketahanan Nasional, Singapura, Whole-of-Society
Copyrights © 2026