Keterbatasan arsitektur TI monolitik menghambat skalabilitas dan integrasi sistem UMKM dalam ekosistem digital. Menggunakan kerangka kerja Technology Acceptance Model (TAM) yang diperluas, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penentu niat mengadopsi teknologi microservices pada UMKM di Aceh. Melalui pendekatan metode campuran (mixed-methods), data kuantitatif dikumpulkan menggunakan teknik purposive sampling dari 173 manajer UMKM dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) melalui IBM SPSS AMOS 23, yang kemudian dilengkapi dengan wawancara mendalam. Hasil empiris menunjukkan bahwa pengetahuan teknologi berpengaruh signifikan terhadap Persepsi Kemudahan (b = 0,81) dan Persepsi Kemanfaatan (b = 0,52). Selanjutnya, Persepsi Kemudahan (b = 0,41) dan Persepsi Kemanfaatan (b = 0,21) secara signifikan memengaruhi Sikap, yang pada akhirnya memberikan dampak positif yang kuat terhadap Niat (Intention) untuk menggunakan microservices (b = 0,89). Sebaliknya, temuan kualitatif mengungkapkan bahwa literasi nyata mengenai microservices di kalangan pelaku UMKM masih berada pada tahap awal, sehingga dukungan eksternal dari pemerintah dan perguruan tinggi menjadi sangat krusial untuk menjembatani kesenjangan pengetahuan tersebut. Penelitian ini berkontribusi pada perluasan teori TAM dalam organisasi periferal dan merumuskan strategi digitalisasi UMKM berbasis kolaborasi Triple Helix Kata Kunci: Technology Acceptance Model, Microservices, UMKM, Structural Equation Modeling, Triple Helix
Copyrights © 2026