Persaingan usaha minuman kopi di Indonesia mendorong pelaku usaha skala kecil untuk membangun nilai produk melalui strategi yang mudah dikenali, terjangkau, dan relevan dengan kepedulian lingkungan konsumen. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan branding inovatif, harga terjangkau, dan kemasan yang dapat digunakan kembali pada usaha Selaras Kopi di Kecamatan Sedati, Sidoarjo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus eksploratoris. Data diperoleh melalui wawancara dengan pengelola dan konsumen, pengamatan aktivitas penjualan, serta analisis dokumen penjualan internal selama Oktober-Desember 2025. Data dianalisis secara tematik dan diperkuat melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas merek sederhana, narasi kedekatan dengan konsumen, dan penyajian kopi klasik yang konsisten membantu membentuk pengenalan merek. Harga Rp9.000 memperluas akses pembelian bagi konsumen muda dan menciptakan persepsi nilai yang kompetitif. Penggunaan thinwall cup yang dapat dipakai ulang menambah manfaat fungsional sekaligus memperkuat citra ramah lingkungan. Ketiga unsur tersebut saling mendukung: branding membentuk kepercayaan, harga mendorong percobaan pembelian, dan kemasan reusable memperpanjang pengalaman konsumen setelah produk dikonsumsi. Meskipun pemasaran digital dan jangkauan pengiriman masih terbatas, penjualan langsung, pembayaran QRIS, dan layanan pemesanan lokal memberikan dasar yang memadai bagi pengembangan usaha. Penelitian menyimpulkan bahwa integrasi identitas merek, keterjangkauan harga, dan fungsi ulang kemasan dapat menjadi strategi diferensiasi yang realistis bagi usaha kopi skala kecil. Penguatan konten digital, pencatatan penjualan, dan program penggunaan ulang kemasan diperlukan untuk menjaga keberlanjutan strategi.
Copyrights © 2026