Penanaman nilai-nilai antikorupsi di lingkungan pendidikan berbasis keagamaan menjadi salah satu langkah penting dalam membentuk karakter peserta didik yang berintegritas dan bertanggung jawab. Upaya tersebut tidak hanya dilakukan melalui pembelajaran formal di dalam kelas, tetapi juga dapat diperkuat melalui kegiatan ekstrakurikuler yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar melalui pengalaman nyata. Kegiatan ekstrakurikuler dinilai mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih fleksibel sehingga peserta didik dapat mengembangkan sikap jujur, disiplin, tanggung jawab, kerja sama, serta kepedulian sosial yang merupakan bagian dari nilai-nilai antikorupsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kegiatan ekstrakurikuler dalam menanamkan nilai-nilai antikorupsi pada siswa Madrasah Tsanawiyah. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai sumber ilmiah yang relevan, meliputi artikel jurnal nasional, buku, dan dokumen kebijakan yang diterbitkan dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa berbagai kegiatan ekstrakurikuler, seperti pramuka, organisasi siswa, kegiatan keagamaan, serta pelatihan kepemimpinan, memiliki kontribusi yang signifikan dalam membentuk karakter antikorupsi peserta didik. Melalui keterlibatan aktif dalam berbagai aktivitas tersebut, siswa memperoleh kesempatan untuk mempraktikkan pengambilan keputusan yang etis, membangun rasa tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan, serta membiasakan perilaku yang mencerminkan integritas dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler dapat menjadi sarana yang efektif dalam penguatan pendidikan antikorupsi apabila dirancang secara terarah, dilaksanakan secara berkelanjutan, serta didukung oleh pembina dan lingkungan sekolah yang berkomitmen terhadap pembentukan karakter peserta didik.
Copyrights © 2026