Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan Six Sigma dalam pengendalian biaya dan peningkatan efisiensi proses akuntansi manajemen. Six Sigma merupakan pendekatan perbaikan berbasis data yang berfokus pada pengurangan variasi, kesalahan, pemborosan, dan aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah melalui tahapan Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control (DMAIC). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur terhadap jurnal ilmiah, buku, serta publikasi akademik yang membahas Six Sigma, manajemen biaya, pengendalian kualitas, perbaikan proses, dan akuntansi manajemen. Literatur diseleksi berdasarkan kesesuaian topik, kredibilitas sumber, serta tahun penerbitan yang terutama berada pada rentang 2021–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa Six Sigma dapat membantu organisasi mengidentifikasi sumber biaya yang tidak efisien, menurunkan biaya kualitas buruk, mengurangi kesalahan pencatatan, mempercepat siklus pengolahan dan pelaporan informasi, serta meningkatkan ketepatan data biaya yang digunakan dalam pengambilan keputusan manajerial. Siklus DMAIC menyediakan kerangka sistematis untuk menetapkan masalah, mengukur kinerja awal, menemukan akar penyebab, menerapkan perbaikan, dan mempertahankan hasil melalui pengendalian berkelanjutan. Penerapan yang efektif membutuhkan dukungan manajemen, kompetensi tim, ketersediaan data, standardisasi prosedur, pemantauan indikator kinerja, dan keterlibatan lintas fungsi. Pengukuran manfaat finansial dan nonfinansial juga diperlukan agar hasil perbaikan dapat dibandingkan, dipertanggungjawabkan, dan dijadikan dasar pembelajaran organisasi. Dengan demikian, Six Sigma dapat digunakan sebagai alat strategis dalam akuntansi manajemen untuk memperkuat pengendalian biaya, efisiensi proses, kualitas informasi, dan kinerja organisasi secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026