Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan short-term scheduling sebagai instrumen untuk meningkatkan efisiensi operasional produksi pada lingkungan manufaktur dan jasa. Penelitian menggunakan metode kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-komparatif melalui penelaahan buku manajemen operasi dan artikel ilmiah yang membahas penjadwalan, pengurutan pekerjaan, pengendalian kapasitas, serta perkembangan teknologi penjadwalan modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa efektivitas penjadwalan jangka pendek ditentukan oleh kesesuaian antara permintaan aktual, kapasitas pusat kerja, urutan proses, ketersediaan tenaga kerja, dan batas waktu penyelesaian. Penjadwalan maju dan mundur, finite loading, kontrol input-output, diagram Gantt, metode penugasan, aturan prioritas FCFS, SPT, EDD, LPT, rasio kritis, dan Aturan Johnson dapat digunakan sesuai karakteristik sistem operasi. Penerapan metode tersebut mampu menekan waktu aliran, waktu menganggur, pekerjaan dalam proses, keterlambatan, dan ketidakseimbangan beban mesin. Kajian juga menemukan bahwa penjadwalan statis perlu dilengkapi dengan rescheduling karena gangguan mesin, perubahan prioritas pesanan, keterlambatan material, dan variasi permintaan dapat mengubah kondisi produksi secara cepat. Integrasi penjadwalan dengan sistem ERP, MES, finite capacity scheduling, analitik data, kecerdasan buatan, dan digital twin memperkuat kemampuan pemantauan serta pengambilan keputusan secara waktu nyata. Dengan demikian, short-term scheduling bukan sekadar penyusunan urutan pekerjaan, melainkan mekanisme pengendalian operasi yang menghubungkan rencana produksi dengan pelaksanaan harian sehingga utilisasi sumber daya, ketepatan pengiriman, fleksibilitas, dan kualitas layanan dapat ditingkatkan secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026