Penelitian ini membahas strategi komunikasi publik dalam layanan rehabilitasi narkoba rawat jalan di wilayah perbatasan sebagai upaya membangun pemahaman masyarakt, mengurangi stigma, dan meningkatkan kepercayaan terhadap layanan rehabilitasi. Wilayah perbatasan memiliki dinamika komunikasi yang kompleks akibat tingginya mobilitas masyarakat, arus informasi lintas negara, serta pengaruh narasi sosial dan hukum dari negara tetangga terhadap persepsi masyarakat mengenai rehabilitasi narkoba. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan strategi komunikasi publik dalam layanan rehabilitasi rawat jalan di Badan Narkotika Nasional Kabupaten Karimun. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi dengan informan konselor rehabilitasi, tenaga medis dan mantan pasien. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil peneelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi dilakukan secara adaptif melalui komunikasi tatap muka, penyampaian informasi sesuai kondisi psikologis pasien, serta pendekatan empatik untuk membangun rasa aman dan kepercayaan. Penelitian ini juga menemukan bahwa stigma sosial, miskomunikasi, dan pengaruh narasi lintas negera menjadi tantangan utama komunikasi rehabilitasi narkoba di wilayah perbatasan. Penelitian ini berkontribusi terhadap pengembangan kajian komunikasi publik dan komunikasi kesehatan serta memberikan rekomendasi praktis bagi lembaga rehabilitasi dalam merancang strategi komunikasi yang lebih adaptif, persuasif, dan responsif terhadap karakteristik masyarakat perbatasan di tengah dinamika sosial kontemporer.
Copyrights © 2026