Beton merupakan material utama yang banyak digunakan dalam konstruksi rigid pavement karena memiliki kemampuan menahan beban yang tinggi, daya tahan yang baik, serta umur layanan yang relatif panjang. Pada perkerasan kaku (rigid pavement), beton berfungsi sebagai elemen struktural utama yang menerima dan mendistribusikan beban kendaraan ke lapisan di bawahnya. Oleh karena itu, kualitas beton yang digunakan harus memenuhi persyaratan kekuatan dan ketahanan agar mampu menghadapi beban lalu lintas yang terus meningkat serta pengaruh kondisi lingkungan seperti perubahan suhu, kelembapan, dan curah hujan. Berdasarkan hasil pengujian menggunakan alat compression test, diperoleh nilai rata-rata kuat tekan beton dengan penambahan zat aditif pada umur 7 hari sebesar 19,46 MPa dan meningkat menjadi 28,11 MPa pada umur 28 hari. Sementara itu, beton normal tanpa penambahan zat aditif memiliki nilai rata-rata kuat tekan sebesar 18,39 MPa pada umur 7 hari dan 25,45 MPa pada umur 28 hari. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penambahan zat aditif memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan kuat tekan beton pada kedua umur pengujian. Peningkatan nilai kuat tekan ini mengindikasikan bahwa zat aditif mampu memperbaiki proses hidrasi semen sehingga menghasilkan struktur beton yang lebih padat dan kuat. Selain itu, penggunaan zat aditif juga berpotensi meningkatkan kualitas beton dalam aspek durabilitas dan ketahanan terhadap kerusakan. Dengan demikian, beton yang menggunakan zat aditif dapat menjadi alternatif yang efektif untuk diterapkan pada konstruksi rigid pavement guna memperoleh kinerja perkerasan yang lebih baik dan umur pelayanan yang lebih panjang.
Copyrights © 2026