Sektor penangkapan ikan memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian masyarakat pesisir, khususnya di Pulau Baai, Kota Bengkulu. Meskipun memiliki potensi sumber daya ikan yang melimpah, nelayan masih menghadapi berbagai kendala, seperti ketidakstabilan hasil tangkapan akibat perubahan musim dan cuaca serta tingginya biaya operasional, terutama biaya bahan bakar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh produksi penangkapan ikan dan biaya produksi terhadap pendapatan nelayan di Pulau Baai, baik secara parsial maupun simultan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda model Cobb-Douglas menggunakan program SPSS. Populasi penelitian berjumlah 80 nelayan aktif, dengan sampel sebanyak 44 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner. Hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa data memenuhi syarat analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi penangkapan ikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan nelayan dengan nilai signifikansi 0,033 (<0,05) dan koefisien elastisitas sebesar 0,286. Sementara itu, biaya produksi tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan nelayan dengan nilai signifikansi 0,270 (>0,05). Secara simultan, produksi penangkapan ikan dan biaya produksi berpengaruh signifikan terhadap pendapatan nelayan dengan nilai signifikansi 0,001 (<0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,278 menunjukkan bahwa kedua variabel mampu menjelaskan 27,8% variasi pendapatan nelayan. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan produksi penangkapan ikan menjadi faktor utama dalam upaya meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan nelayan.
Copyrights © 2026