Ketersediaan sediaan farmasi yang terjamin merupakan faktor kritis dalam pelayanan kefarmasian. Ketidaktepatan pada tahap perencanaan dan pengadaan dapat mengakibatkan kekosongan stok atau penumpukan obat yang berdampak pada mutu pelayanan dan efisiensi biaya. Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk menganalisis sistem perencanaan dan pengadaan sediaan farmasi di Kimia Farma Apotek Pekanbaru. Data dikumpulkan melalui diskusi mendalam dengan Apoteker Penanggung Jawab serta observasi dokumen seperti defecta, kartu stok, dan data historis penjualan selama periode Praktik Kerja Profesi Apoteker (16 Maret – 2 Mei 2026). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan menggunakan tiga metode: epidemiologi (berbasis pola penyakit musiman), konsumsi dengan analisis PARETO/klasifikasi ABC (berdasarkan data penjualan tiga bulan terakhir), dan metode kombinasi sebagai pendekatan utama. Pengadaan dilakukan secara rutin empat kali sebulan melalui Business Manager dengan sistem forecasting serta sistem konsinyasi untuk suplemen dan alat kesehatan. Sistem yang diterapkan telah sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 73 Tahun 2016. Integrasi teknologi informasi melalui aplikasi KFA Online dan pembaruan data PARETO secara berkala menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga ketersediaan stok. Tantangan yang masih dihadapi meliputi akurasi data stok fisik versus digital, ketergantungan pada satu Business Manager, perubahan pola penyakit mendadak, serta keterbatasan sumber daya manusia. Simpulan penelitian ini adalah sistem perencanaan dan pengadaan di Kimia Farma Apotek Pekanbaru berjalan efektif dan sesuai regulasi, namun perlu peningkatan prosedur cadangan, pelatihan staf, dan evaluasi berkala untuk mengantisipasi fluktuasi permintaan yang tidak terduga.
Copyrights © 2026