Kinerja laba bank tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal yang dimiliki, tetapi juga oleh kemampuan perusahaan dalam mengelola biaya serta menghasilkan pendapatan dari aktivitas intermediasi. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah kondisi profitabilitas PT Bank Hibank Indonesia selama periode 2015–2025 dengan menggunakan Return on Asset (ROA) sebagai ukuran utama kinerja laba. Variabel independen yang digunakan terdiri atas Capital Adequacy Ratio (CAR), Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), dan Net Interest Margin (NIM). Data penelitian diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan yang dipublikasikan secara resmi, kemudian dianalisis secara kuantitatif menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BOPO merupakan faktor yang paling dominan dalam memengaruhi perubahan ROA. Kenaikan BOPO cenderung menurunkan kemampuan bank dalam menghasilkan laba atas aset, sehingga tingginya beban operasional menjadi tekanan utama terhadap profitabilitas. Sementara itu, CAR dan NIM tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan secara parsial terhadap ROA. Meskipun demikian, ketiga variabel tersebut secara simultan tetap berkontribusi dalam menjelaskan perubahan profitabilitas bank. Temuan ini mengindikasikan bahwa penguatan modal dan peningkatan pendapatan bunga perlu diimbangi dengan pengendalian biaya operasional yang konsisten. Oleh karena itu, manajemen perlu memprioritaskan efisiensi operasional, pemanfaatan modal secara produktif, serta peningkatan kualitas pengelolaan pendapatan agar profitabilitas PT Bank Hibank Indonesia dapat tumbuh lebih stabil dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026