Higiene sanitasi makanan merupakan aspek penting dalam menjaga keamanan pangan dan mencegah penyakit akibat makanan terkontaminasi. Pasar tradisional sebagai tempat pengolahan dan penjualan makanan memiliki risiko tinggi terhadap masalah Higiene sanitasi apabila tidak didukung pengetahuan pedagang, ketersediaan fasilitas, dan pengawasan yang memadai. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan pedagang, ketersediaan fasilitas tempat sampah, serta pengawasan pengelola dengan kepatuhan penerapan Higiene sanitasi makanan di Kawasan Pasar Panjang Lawata. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 31 pedagang yang dipilih sebagai responden. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan pedagang dengan kepatuhan penerapan Higiene sanitasi makanan (p = 0,405), yang mengindikasikan bahwa tingginya pengetahuan tidak secara langsung menjamin kepatuhan pedagang di lapangan. Sebaliknya, terdapat hubungan yang signifikan antara ketersediaan fasilitas tempat sampah dengan kepatuhan penerapan Higiene sanitasi makanan (p = 0,000), menunjukkan bahwa dukungan infrastruktur sangat menentukan perilaku pedagang. Pengawasan pengelola pasar terkait pengelolaan sampah juga menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap kepatuhan pedagang (p = 0,000), menegaskan pentingnya peran aktif pengelola dalam mendorong penerapan standar Higiene sanitasi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa faktor lingkungan berupa ketersediaan fasilitas dan pengawasan memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan pengetahuan dalam meningkatkan kepatuhan pedagang terhadap Higiene sanitasi makanan di pasar tradisional. Oleh karena itu, peningkatan infrastruktur sanitasi dan penguatan sistem pengawasan menjadi prioritas utama dalam upaya perbaikan keamanan pangan di kawasan pasar.
Copyrights © 2026