Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan efektivitas strategi pemasaran produk Biskuat dan Roma menggunakan model AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) terhadap minat beli konsumen. konsumen, diperlukan sebuah alat analisis yang mampu memetakan tahapan kognitif hingga perilaku konsumen. Model AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) merupakan model hierarki efek yang paling relevan dan secara luas digunakan dalam manajemen komunikasi pemasaran untuk mengevaluasi efektivitas program promosi Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif komparatif. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden yang pernah mengonsumsi produk Biskuat dan Roma dalam enam bulan terakhir. Teknik analisis data menggunakan uji validitas, reliabilitas, regresi linear berganda, serta Independent Sample t-Test dengan bantuan software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Biskuat unggul pada dimensi Attention dengan nilai rata-rata sebesar 4,45 karena strategi iklan yang kreatif dan energik, sedangkan Roma unggul pada dimensi Desire dan Action dengan skor masing-masing sebesar 4,50 dan 4,35 karena kekuatan emotional branding dan loyalitas konsumen keluarga. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara strategi pemasaran kedua merek pada dimensi Attention, Desire, dan Action dengan nilai signifikansi < 0,05. Penelitian ini membuktikan bahwa model AIDA efektif digunakan untuk mengevaluasi strategi komunikasi pemasaran produk FMCG di Indonesia Hal ini membuktikan keunggulan strategi Biskuat yang agresif dalam merancang pesan visual melalui konsep "Energi Sang Juara". Penggunaan warna kemasan hijau cerah yang kontras dipadukan dengan logo ikonik karakter singa yang berani mampu menghentikan pandangan mata konsumen saat berada di lorong swalayan (stopping power)..
Copyrights © 2026