Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi esensial bagi bayi baru lahir dan menjadi satu-satunya makanan yang direkomendasikan selama enam bulan pertama kehidupan. Namun, cakupan ASI eksklusif di Indonesia masih di bawah target nasional, salah satunya akibat persepsi produksi ASI yang tidak mencukupi pada ibu nifas. Pijat oksitosin merupakan intervensi nonfarmakologis yang dapat merangsang pelepasan hormon oksitosin sehingga memperlancar refleks pengeluaran ASI. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pijat oksitosin terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu nifas berdasarkan bukti ilmiah terkini. Metode yang digunakan adalah literature review terhadap artikel yang dipublikasikan dalam 10 tahun terakhir (2016–2026) melalui basis data Google Scholar, PubMed, dan Portal Garuda. Kata kunci yang digunakan meliputi pijat oksitosin, produksi ASI, dan ibu menyusui. Kriteria inklusi mencakup artikel full-text dengan desain kuantitatif, eksperimental, atau quasi-eksperimental yang relevan. Setelah melalui proses seleksi, diperoleh 10 artikel yang memenuhi syarat. Hasil telaah menunjukkan bahwa seluruh artikel melaporkan pengaruh signifikan pijat oksitosin terhadap peningkatan produksi ASI (p<0,05). Peningkatan terlihat pada volume ASI perah, frekuensi menyusui, dan indikator kecukupan ASI pada bayi. Mekanisme kerjanya melibatkan stimulasi saraf paravertebral yang memicu pelepasan oksitosin dari neurohipofisis disertai efek relaksasi. Faktor pendukung keberhasilan meliputi ketepatan teknik, waktu pemberian, dukungan keluarga, dan integrasi dengan inisiasi menyusu dini. Dapat disimpulkan bahwa pijat oksitosin efektif sebagai intervensi nonfarmakologis dalam meningkatkan produksi ASI dan direkomendasikan untuk diintegrasikan ke dalam asuhan kebidanan postpartum berbasis bukti.
Copyrights © 2026