Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh struktur modal, pertumbuhan aset, dan arus kas operasi terhadap laba bersih dengan implementasi Good Corporate Governance (GCG) sebagai variabel moderasi pada perusahaan konstruksi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017–2024. Industri konstruksi merupakan sektor yang memiliki karakteristik padat modal, tingkat risiko operasional yang tinggi, serta ketergantungan yang besar terhadap pendanaan eksternal sehingga pengelolaan struktur modal, aset, dan arus kas menjadi faktor penting dalam meningkatkan profitabilitas perusahaan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis data panel. Sampel penelitian terdiri dari 13 perusahaan konstruksi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan total 104 observasi selama periode pengamatan. Analisis dilakukan menggunakan aplikasi EViews melalui pengujian regresi data panel dan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan aset berpengaruh positif dan signifikan terhadap laba bersih. Sebaliknya, struktur modal dan arus kas operasi tidak berpengaruh signifikan terhadap laba bersih. Pengujian variabel moderasi menunjukkan bahwa Good Corporate Governance tidak mampu memoderasi hubungan antara struktur modal dan laba bersih maupun hubungan antara arus kas operasi dan laba bersih. Namun, Good Corporate Governance terbukti memoderasi hubungan pertumbuhan aset terhadap laba bersih dengan arah negatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan aset yang dikelola secara efektif mampu meningkatkan laba perusahaan, sedangkan implementasi tata kelola perusahaan yang baik berperan dalam mengendalikan efektivitas penggunaan aset sehingga dapat mempengaruhi tingkat profitabilitas perusahaan.
Copyrights © 2026