Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana persepsi keterbatasan pendanaan internal membentuk strategi marketing dan memengaruhi pertumbuhan laba pada PT Raja Kosmetik Nusantara Sidoarjo. Topik ini penting karena perusahaan yang mengandalkan modal sendiri dan arus kas operasional sering menghadapi dilema antara menjaga likuiditas dan mempertahankan intensitas promosi di tengah persaingan industri kosmetik yang semakin digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi hubungan antara persepsi manajerial, keputusan pemasaran, dan kinerja usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan dana tidak hanya dipahami sebagai fakta finansial, tetapi juga sebagai konstruksi psikologis yang dipengaruhi pengalaman, literasi keuangan, orientasi risiko, dan cara manajemen membaca peluang pasar. Persepsi yang terlalu defensif cenderung mendorong pengurangan promosi berbayar, penundaan kampanye, dan penyempitan fokus pasar. Sebaliknya, ketika keterbatasan ditafsirkan sebagai tantangan, perusahaan mampu mengembangkan strategi adaptif melalui media sosial organik, konten sederhana, promosi komunitas, dan pendekatan word-of-mouth. Temuan ini menegaskan bahwa pertumbuhan laba tidak semata ditentukan oleh besar kecilnya anggaran promosi, melainkan oleh kemampuan manajemen memilih kanal yang efisien, membangun kepercayaan pelanggan, mengevaluasi hasil promosi, serta mengintegrasikan pertimbangan keuangan dan pemasaran secara berkelanjutan. Penelitian ini menempatkan persepsi pendanaan internal sebagai faktor strategis yang menjembatani keputusan keuangan dan keputusan pemasaran dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan usaha.
Copyrights © 2026