Inflasi merupakan fenomena ekonomi yang ditandai dengan kenaikan harga barang dan jasa secara terus-menerus dalam periode tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan inflasi terhadap daya beli masyarakat dalam perspektif mikroekonomi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan menggunakan data sekunder berupa tingkat inflasi dan pengeluaran konsumsi rumah tangga. Data diolah menggunakan analisis persentase dan korelasi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan inflasi menyebabkan penurunan daya beli masyarakat, terutama pada kelompok pendapatan menengah ke bawah. Pola data menunjukkan bahwa ketika tingkat inflasi meningkat, pengeluaran masyarakat terhadap kebutuhan pokok ikut meningkat sehingga jumlah barang yang dapat dibeli menjadi berkurang. Dalam perspektif mikroekonomi, kondisi ini memengaruhi perilaku konsumen dalam menentukan prioritas kebutuhan dan pola konsumsi sehari-hari. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa inflasi memberikan dampak yang berbeda pada setiap kelompok masyarakat berdasarkan tingkat pendapatan yang dimiliki. Rumah tangga dengan pendapatan rendah cenderung lebih rentan terhadap kenaikan harga karena sebagian besar pendapatannya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok. Sementara itu, rumah tangga dengan pendapatan yang lebih tinggi memiliki kemampuan yang lebih besar untuk menyesuaikan pola konsumsinya. Oleh karena itu, pengendalian inflasi menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mempertahankan kemampuan daya beli masyarakat dalam jangka panjang.
Copyrights © 2026